Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

Thursday, September 24, 2015

Dasar Jaringan Komputer dan TCP/IP

DASAR JARINGAN KOMPUTER DAN TCP/IP




Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.

Jenis-Jenis jaringan berdasarkan jangkauan :

Ada 3 macam jenis Jaringan/Network yaitu :

a. Local Area Network (LAN) /Jaringan Area Lokal.

Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.

Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.

b. Metropolitan Area Network (MAN) / Jaringan area Metropolitan

Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank BNI yang ada di seluruh wilayah Ujung Pandang atau Surabaya.

c. Wide Area Network (WAN) / Jaringan area Skala Besar

Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.

Topologi/Bentuk Fisik Jaringan :

Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah : Mess, Bintang (Star), Bus, Tree, dan Cincin (Ring).

a. Topologi Jaringan Mesh


Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Keuntungan topologi mesh adalah:

  • Memiliki respon waktu cepat. 
  • Tidak memerlukan protocol tambahan karena tidak ada fungsi switching. 

Kerugian topologi mesh adalah:

  • Biaya cukup mahal. 


b. Topologi Jaringan Bintang (Star)




Dalam topologi jaringan bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar.

Keuntungan topologi star adalah:

  • Dapat diandalkan 
  • Mudah dikembangkan 
  • Keamanan data tinggi 
  • Kemudahan akses ke jaringan LAN lain 

Kerugian topologi star adalah:

  • Jika trafik padat maka dapat menyebabkan lambatnya jaringan 
  • Jaringan sangat bergantung pada perangkat pengendali. 


c. Topologi Jaringan Bus

Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.

Keuntungan topologi bus adalah :

  • Jarak LAN tidak terbatas 
  • Kecepatan pengiriman tinggi. 
  • Tidak diperlukan pengendali pusat. 
  • Jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain. 
  • Kemampuan pengembangan tinggi. 
  • Keterandalan jaringan tinggi. 
  • Kondusif untuk jaringan gedung bertingkat. 

Kerugian topologi bus adalah :

  • Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan. 
  • Diperlukan repeater untuk memperkuat sinyal. 
  • Operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat. 


d. Topologi Jaringan Pohon (Tree)

Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Keuntungan topologi tree adalah :

  • Kontrol manajemen mudah karena bersifat terpusat. 
  • Mudah untuk dikembangkan. 

Kerugian topologi tree adalah :

  • Karena data yang dikirim diterima oleh semua perangkat diperlukan mekanisme untuk mengidentifikasi perangkat yang ingin di tuju. 
  • Diperlukan mekanisme transmisi data untuk menghindari overlapping sinyal jika 2 perangkat mengirim data secara bersamaan.  


e. Topologi Jaringan Cincin (Ring)

Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem. Yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer adalah jaringanbertipe bus dan pohon (tree), hal ini karena alasan kerumitan, kemudahan instalasi dan pemeliharaan serta harga yang harus dibayar. Tapi hanya jaringan bertipe pohon (tree) saja yang diakui kehandalannya karena putusnya salah satu kabel pada client, tidak akan mempengaruhi hubungan client yang lain.

Keuntungan topologi ring adalah:

  • Kecepatan pengiriman tinggi. 
  • Dapat melayani traffic yang padat. 
  • Tidak diperlukan host, relatif murah. 
  • Dapat melayani berbagai mesin pengirim. 
  • Komunikasi antar terminal mudah. 
  • Waktu yang diperlukan untuk pengaksesan data optimal. 

Kerugian topologi ring adalah: 

  • Perubahan jumlah perangkat sulit. 
  • Kerusakan pada media pengirim dapat mempengaruhi seluruh jaringan. 
  • Harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi kesalahan untuk kemudian di isolasi. 
  • Kerusakan salah satu perangkat menyebabkan kelumpuhan jaringan. 
  • Tidak baik untuk pengiriman suara, video dan data. 

Ok sekian dulu Pembahasan tentang Dasar Jaringan Komputer

Tuesday, September 22, 2015

Cara Cepat Menghitung Subnetting



Cara Cepat dan Mudah Menghitung Subnetting Kelas C
Ada banyak jalan menuju Roma. Yak, ada banyak cara untuk menghitung subnetting hehe apaan sih. Di dunia Networking hal yang mesti wajib di kuasi salah satunya adalah menghitung subnetting, mungkin yang pernah belajar subnetting sebelumnya masih ingat dengan rumus ini 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir, dan  2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet.
Ya itu tadi adalah rumus yang pertama saya gunakan untuk menghitung subnetting *cara lama, yang kedua adalah rumus mengguakan prefix sebagai contoh 192.168.1.52 /28 yuk mari kita menghitung untuk mendapatkan Subnetmask, Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Network Address, dan Broadcast Addrres.

Prefix /28 itu adalah banyaknya binari 1 jadi 1111111.1111111.1111111.11110000 dan merupakan kelas C untuk mencari Netmask nya berapa dapat menggukankan tabel berikut :

128
64
32
16
8
4
2
1
1
1
1
1
0
0
0
0

128+64+32+16 = 240 jadi subnetmasknya adalah 255.255.255.240
Sekarang kita mencari jumlah Subnet dan Hostnya yaitu menggunakn rumus di atas tadi
24 = 16
24 – 2 = 16 – 2 = 14 host

Lanjut kita mencari Network Address dan Broadcast Address
256-240 = 16
16 + 16 = 32
32 + 16 = 48
48 + 16 = 64

dan seterusnya hingga hasil dari penjumlahanya 256

Network
192.168.1.0
192.168.1.16
192.168.1.32
192.168.1.48
IP Awal
192.168.1.1
192.168.1.17
192.168.1.33
192.168.1.49
IP Akhir
192.168.1.14
192.168.1.30
192.168.1.46
192.168.1.62
Broadcast
192.168.1.15
192.168.1.31
192.168.1.47
192.168.1.63

Ip Address di contoh kasus diatas adalah 192.168.1.52 /28 sehingga, Network Addresnya adalah 192.168.1.48 dan Broadcast Address nya adalah 192.168.1.63
Yang barusan kita hitung tadi adalah cara lama menghitung Subnetting

Ok sekarang kita lanjut cara menghitung Subnetting yang sekarang saya gunakan*cara baru, masih menggunakan contoh kasus yang di atas namun menggunakan cara yang sedikit berbeda. Hal pertama yang mesti kita ingat adalah /24 memiliki total IP address sebanyak 256, /28 memiliki total IP address sebanyak 16, dan /30 memiliki total IP address sebanyak 4.

Nilai CIDR
TOTAL IP
/24
256
/25
128
/26
64
/27
32
/28
16
/29
8
/30
4

Kenapa yang mesti di ingat harus 3 prefix ? ya biar mudah aja, cuman klo ingat semua lebih bagus sih J misalkan ada kasus klo prefix /27 total ip nya berapa sih ? ya karena udah hafal /28 total ip nya 16 ya tinggal di tambahin aja 16+16 =32 jadi /27 itu total ipnya 32, terus klo ada kasus lagi misalkan /25 total ip nya berapa sih ? ya tinggal di bagi 2 aja karena udah hafal /24 itu total ipnya 256 ya tinggal di bagi 256 : 2 = 128 jadi /25 total ip nya adalah 128. Mudah kan

Kita lanjut study kaksus eh kasus Ip Address 192.168.1.52 /28 tentukan Netmasknya, Total Ip, Network, dan Broadcast mari kita manghitung lagi
Prefix /28 mempunyai jumlah total ip 16 yaitu (0-15) maksudnya ip address 192.168.1.0 – 192.168.1.15  karena di kasus tersebut ip hostnya adalah 52 yaitu 192.168.1.52 sehingga tidak termasuk dalam range ip (0-15) untuk mengetahui 52 termasuk dalam range ip yang mana, caranya adalah 52 di bagi total ip nya yaitu 16 dan hasilnya dikalikan 16 juga sehingga 52 : 16 = 3,25 karena hasilnya koma di genepin aja jadi 3, jadi 3 x 16 = 48 jadi 48 + 15 = 63 sehingga host 52 termasuk dalam range ip (48-63).

TOTAL IP = 16
Network     =   192.168.1.48
Ip pertama =   192.168.1.49
Ip Akhir      =   192.168.1.62
Broadcast  =   192.168.1.63
Netmasknya = 255.255.255.240
di dapat dari 256-16 = 240

Kesimpulan menghitung subnetting menggunakan kedua metode diatas sama-sama mempunyai akurasi hasil yang sama, namun untuk efesiensi waktu dalam perhitungan metode yang baru jelas lebih cepat daripada metode yang lama dan tidak lagi harus menghitung pagar maksudnya 1111111.1111111.1111111.1111000 mirip tiang pagar semoga postingan ini bermanfaat.


Block Web Lewat CMD di Windows 7




STEP 1
Pertama : Klik Icon "START" lalu Pilih All Program, lalu pilih Accessories, lalu "Klik Kanan" Menggunakan Mouse agan pada Icon COmmand Prompt,lalu Pilih "RUN AS ADMINISTRATOR"



INGAT !!!! Harus di RUN AS ADMINISTRATOR ya Gan. karena hanya admin yang bisa akses file folder system nya 



STEP 2

Kedua : Kalo udah masuk CMD nya Ketik Script Perintah "cd drivers/etc" (tanpa tanda ") terus ENTER


STEP 3

Ketiga : ketik lagi perintah "edit hosts" (tanpa Tanda ") terus ENTER
nanti muncul Mode Script layar biru yang Berisi Script Perintah "LOCALHOST".
STEP 4

Setelah Masuk Mode Script Layar Biru, akan ada script bertuliskan "127.0.0.1 localhost"
TUGAS agan adalah.....
Keempat : Ketikkan angka 127.0.0.2 untuk alamat situs yang pertama yang ingin agan blokir, begitu juga selanjut nya ketik 127.0.0.3 dan seterus nya sampai beberapa situs yang ingin agan blokir.
LIHAT CONTOH GAMBAR :



STEP 5
Kelima : Setelah Masukin Angka-angka 127.0.0.... masukin alamat Situs yang mau agan blokir.
Contoh : 127.0.0.2 
www.youtube.com
127.0.0.3 
www.facebook.com
Dst.



STEP 6
TERAKHIR : Setelah selesai masukin situs yang mau di blokir, arahkan kursor ke pojok kiri atas "FILE lalu Klik SAVE"

Close Command Prompt lalu Restart Browser agan 


[TIPS] Membuat sendiri Tester Kabel LAN

 [TIPS] Membuat sendiri Tester Kabel
ALHAMDULILLAH

Mau sedikit bagi-bagi tips ya gan...
suatu hari ane buka-buka laci secara ga sengaja nemu kabel yang biasa dipake di Hub, Modem, atau Router. Cuma ane ragu, ni kabel masih fungsi ato udah nggak. Agan-agan juga tentunya kalo nemu kabel yang masih keliatan bagus, tentunya khan berfikir masih bisa dimanfaatkan.

Nah, ane mau coba bagi tips yang mungkin berguna. Kita akan bikin alat sederhana yang praktis dan bermanfaat. namanya TESTER KABEL SEDERHANA

AYOOOO KIta MULAIIIIII gan.........
Kita cuma butuh LAN Card bekas yang gak kepake

kalo ga ada, coba cari di tukang servisan, kali aja bisa minta gratis..hehehehe...

Sebenernya nggak semua bagian LAN Card yang dipake...kita cuma butuh slot data transportnya aja gan....LAN Card tadi dipoting sampe jadi begini gan...

Selanjutnya,..potongan tadi pin/atau kaki2 di belakang PCBnya di solder gan...seperti ini deh kira-kira...


yang disolder yang ini gan...

Udah jadi gan..!!!
(lho??? gitu doang...????)
biar agak gaya dikit,..biar ga ilang juga..ni alat kita kasih ring buat gantungan kunci gan..heheh
(nyang bener aja..!! mo bikin Tester kabel apa bikin gantungan kunci sih..???)

Tenang gan...alatnya udah bisa dipake kok..
sekarang sambungkan salah satu ujung kabel ke Modem atau Router agan yang sudah dipastikan lagi oke. ujung kabel satunya disambungkan ke alat tester kita...

Nah...kalo saat di pake ke alat tester kita lampu indikator modem atau router kita menyala semua dengan baik,...maka dipastikan kabel tersebut masih layak pakai...artinya ga ada salah satu bagian serabut kabel yang putus...
Oke gan..??? gimana?? Moga-moga bermanfaat ya...??

ini alasan kenapa disambungin 1 sama 3 dan 2 sama 6




karena 1 ngirim data + , 3 nerima data +
sedang 2 ngirim data - , 6 nerima data -

jadi analoginya kaya nge ping IP-nya sendiri.. 
page one dunk gan
Ini kalau buat ngetes kabel putus apa kagak ya gan..
tapi kalau kabel ada yang ngeshort kan gak bisa...
Quote:Original Posted By ghelby
Karena ts lagi buang hajat ditetangga sebelah, ane aja yg jawab. 
Alat ini untuk tes kemungkinan kabel putus atau sambungan RJ45 kurang nempel dipin RJ45.
Untuk yang short kemungkinan jarang terjadi, perbandingannya 1:10000 kecuali teknisinya salah pasang warna diujung pangkalnya


Quote:Original Posted By helssangels
gan itu pic 2 ma 3 , pcb nya beli lg ato msh gunain pcb bekas LAN card td?
Quote:Original Posted By ghelby
Ane yang jawab aja ya, tsnya lagi dikali buang hajat
Ga perlu deh, langsung potong aja, jalur di pcb bisa di korek biar ga konek ke lain. Tapi kalo gagal motong pcbnya, mau ga mau agan cabut terminalnya, terus tempel di pcb metrik, bnyk dijual di toko elektronik.
Tambahan Ilmu kaskuser..
Spoiler for kaskusercerdas:
Tambahan dari Agan-agan....
Quote:Original Posted By lemurastafara
Bagi ilmu dikit juga nih kalo yg TS jelaskan buat test kabelnya, skrg ane kasi tau gimana tes port yg ada di HUB/Switchnya bisa juga test NIC agan bagus apa ndak, caranya buat pakai RJ45 nya namanya RJ45 loop-back berikut caranya:
Potong kabel cat nya potong secukupnya 10cm saja, ambil yang warna putih jingga dan jingga kallo mau komplitnya ambil yg jingga, hijau, biru, coklat.
kalau sudah creamping urutannya sbb:
type sederhana: putih jingga ke pin 1-3 yg jingga 2-6
type semua pin masuk: biru pin 1-2, hijau pin 2-6, jingga pin 4-7, coklat pin 5-8
ini yang ane buat
kalo berkenan tempel pageone gan...


Sumber : Kaskus.co.id

Setting Firewall Mikrotik RouterOs

Setting Firewall MikrotikRouterOS


Untuk mengamankan router mikrotik kita dari traffic virus dan excess ping dapat digunakan skrip firewall berikut :
Langkah 1 :
/ ip firewall address-list add list=ournetwork address=192.168.7.0/24 comment=”LAN Network” disabled=no
Langkah 2 :
add chain=forward connection-state=established action=accept comment=”allow established connections” disabled=no
add chain=forward connection-state=related action=accept comment=”allow related connections” disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop comment=’Drop Messenger Worm’ disabled=no
add chain=forward connection-state=invalid action=drop comment=”drop invalid connections” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop comment=”Drop Blaster Worm” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1433-1434 action=drop comment=”Worm” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment=”Drop Blaster Worm” disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=445 action=drop comment=”Drop Blaster Worm” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=593 action=drop comment=”________” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1024-1030 action=drop comment=”________” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1080 action=drop comment=”Drop MyDoom” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1214 action=drop comment=”________” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1363 action=drop comment=”ndm requester” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1364 action=drop comment=”ndm server” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1368 action=drop comment=”screen cast” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1373 action=drop comment=”hromgrafx” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1377 action=drop comment=”cichlid” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment=”Bagle Virus” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2283 action=drop comment=”Drop Dumaru.Y” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2535 action=drop comment=”Drop Beagle” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment=”Drop Beagle.C-K” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3127 action=drop comment=”Drop MyDoom” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3410 action=drop comment=”Drop Backdoor OptixPro” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=4444 action=drop comment=”Worm” disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=4444 action=drop comment=”Worm” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=5554 action=drop comment=”Drop Sasser” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=8866 action=drop comment=”Drop Beagle.B” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=9898 action=drop comment=”Drop Dabber.A-B” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10000 action=drop comment=”Drop Dumaru.Y, sebaiknya di didisable karena juga sering digunakan utk vpn atau \
webmin” disabled=yes
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10080 action=drop comment=”Drop MyDoom.B” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=12345 action=drop comment=”Drop NetBus” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=17300 action=drop comment=”Drop Kuang2″ disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27374 action=drop comment=”Drop SubSeven” disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=65506 action=drop comment=”Drop PhatBot, Agobot, Gaobot” disabled=no
add chain=forward action=jump jump-target=virus comment=”jump to the virus chain” disabled=no
add chain=input connection-state=established action=accept comment=”Accept established connections” disabled=no
add chain=input connection-state=related action=accept comment=”Accept related connections” disabled=no
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”Drop invalid connections” disabled=no
add chain=input protocol=udp action=accept comment=”UDP” disabled=no
add chain=input protocol=icmp limit=50/5s,2 action=accept comment=”Allow limited pings” disabled=no
add chain=input protocol=icmp action=drop comment=”Drop excess pings” disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=21 src-address-list=ournetwork action=accept comment=”FTP” disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=22 src-address-list=ournetwork action=accept comment=”SSH for secure shell” disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=23 src-address-list=ournetwork action=accept comment=”Telnet” disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=80 src-address-list=ournetwork action=accept comment=”Web” disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=8291 src-address-list=ournetwork action=accept comment=”winbox” disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=1723 action=accept comment=”pptp-server” disabled=no
add chain=input src-address-list=ournetwork action=accept comment=”SMANELA Network” disabled=no
add chain=input action=log log-prefix=”DROP INPUT” comment=”Log everything else” disabled=no
add chain=input action=drop comment=”Drop everything else” disabled=no
Kemudian tinggal di sesuaikan dengan konfigurasi jaringan di tempat anda, setelah itu tinggal Copy and Paste di konsol MikrotikRouterOS
Efek dari skrip diatas adalah:
MikrotikRoutrOS hanya dapat diakses FTP, SSH, Web dan Winbox dari IP yang didefinisikan dalam address-list “ournetwork” sehingga tidak bisa diakses dari sembarang tempat.
Port-port yang sering dimanfaatkan virus di blok sehingga traffic virus tidak dapat dilewatkan, tetapi perlu diperhatikan jika ada user yang kesulitan mengakses service tertentu harus dicek pada chain=”virus” apakah port yang dibutuhkan user tersebut terblok oleh firewall.
Packet ping dibatasi untuk menghindari excess ping.
Selain itu yang perlu diperhatikan adalah: sebaiknya buat user baru dan password dengan group full kemudian disable user admin, hal ini untuk meminimasi resiko MikrotikRouterOS Anda di hack orang.
Selamat Mencoba dan Semoga bermanfaat.
Berikut ini adalah langkah dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan sebagai gateway dalam jaringan (berdasarkan pengalaman saya)
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC.
Untuk lebih amannya pilih semua dengan menekan tombol ‘a’ di keyboard pada saat pemilihan software apa saja yang akan di install
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.6
Login: admin [enter]
Password: (kosongkan) [enter]
#Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan, disarankan untuk mengganti password terlebih dahulu
!!! Semua password ditandai dengan simbol asterik(*)
[admin@Mikrotik] > password
old password: ***** [enter] #tekan enter
new password: ***** [enter] #masukkan PAssword yang dikehendaki
retype new password: ***** [enter] #masukkan lagi password sama dengan di atas
[admin@ Mikrotik] >
4. Mengganti nama Mikrotik, pada langkah ini nama identitas server akan diganti menjadi elevates
[admin@Mikrotik] > system identity set name=
elevates [enter]
[admin@
elevates] >
5. Melihat NIC yang terdapat di CPU
[admin@
elevates] > interface print [enter]
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@
elevates] >
Artinya ada dua NIC dengan nama ether1 dan ether2
6. Memberikan IP address pada tiap NIC. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 10.42.1.15 dan ether2 akan kita gunakan untuk LAN kita dengan IP 19.15.1.254
[admin@elevates] > ip address add address=10.42.1.15/24 interface=ether1 [enter]
[admin@
elevates] > ip address add address=19.15.1.254/24 interface=ether2 [enter]
Penulisan xxx.xxx.xxx.xxx/24 dapat diartikan bahwa netmask IP tersebut adalah 255.255.255.0, penulisan bisa diganti seperti di bawah ini
[admin@
elevates] > ip address add address=10.42.1.15 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
Dst..
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@
elevates] >ip address print [enter]
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 10.42.1.15 10.42.1.0 10.42.1.255 ether1
1 19.15.1.254 19.15.1.0 19.15.1.255 ether2
[admin@
elevates] >
8. Memberikan default Gateway
Diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 10.42.1.254
[admin@
elevates] > /ip route add gateway=10.42.1.254 [enter]
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik
[admin@
elevates] > ip route print [enter]
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 19.15.0.0/24 19.15.1.254 ether2
1 ADC 10.42.0.0/26 10.42.1.15 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 10.42.1.254 ether1
[admin@
elevates] >
10. Lakukan test koneksi ke default gateway untuk memastikan bahwa koneksi sudah benar
[admin@
elevates] > ping 10.42.1.254 [enter]
10.42.1.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
10.42.1.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@
elevates] >
Untuk menghentikan proses tekan kombinasi Ctrl+C
11. Seting DNS pada Mikrotik
[admin@
elevates] > ip dns set primary-dns=10.42.1.1 allow-remoterequests=no [enter]
[admin@
elevates] > ip dns set secondary-dns=202.134.1.10 allow-remoterequests=no [enter]
12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@
elevates] > ip dns print [enter]
primary-dns: 10.42.1.1
secondary-dns: 202.134.1.10
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@
elevates] >
13. Lakukan pengecekan koneksi ke internet, Misal google.com
[admin@
elevates] > ping www.google.com [enter]
66.249.89.104 64 byte ping: ttl=235 time=160 ms
66.249.89.104 64 byte ping: ttl=235 time=148 ms
66.249.89.104 64 byte ping: ttl=235 time=153 ms
66.249.89.104 64 byte ping: ttl=235 time=144 ms
4 packets transmitted, 4 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 144/151.2/160 ms
Jika hasilnya reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Lakukan seting Masqurading
[admin@elevates]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat [enter]
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@elevates]ip firewall nat print [enter]
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@
elevates] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.
Misal Ip address server
mikrotik kita 19.15.1.254, via browser buka http://19.15.1.254 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=19.15.1.10-19.15.1.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 19.15.0.0/24 dan gatewaynya 19.15.1.1
/ip dhcp-server network add address=19.15.0.0/24 gateway=19.15.1.1
3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4. Lihat status DHCP server
[admin@elevates]> ip dhcp-server print [enter]
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.
5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.
6. Tes Dari client di command prompt
c:\>ping www.google.com [enter]
untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@elevates] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=19.15.1.10/24 max-limit=65536/131072
[admin@elevates] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=19.15.1.11/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya